RSS

Bela Negara Untuk Menjaga Keutuhan Bangsa

15 Jan

     Kesadaran bela negara pada hakikatnya adalah kesediaan berbakti pada negara dan rela berkorban demi membela negara. Oleh karena itu bela negara haruslah dilandasi oleh sikap tekad dan perilaku yang warga negara yang dijiwai oleh kecintaan terhadap negara. Selanjutnya kesadaran bela negara akan menjadi unsur landasan dalam pertahanan negara yang meliputi eksistensi negara. Upaya bela negara menjadi kewajiban dasar seluruh warga negara sekaligus menjadi kehormatan seluruh warga negaranya untuk turut berpartisipasi dengan penuh kesadaran. Secara tidak langsung setiap warga negara pasti memiliki sikap bela negara semenjak kecil, rasa patriotisme yang muncul ketika negaranya dicemooh atau mendapat perlakuan tidak adil dari negara lain. Rasa tersebut akan otomatis muncul pada setiap individu yang ikut merasa dilecehkan karena negaranya telah diperlakukan secara tidak hormat oleh negara lain. Namun apakah kita harus menunggu dulu negara kita dilecehkan oleh negara lain baru kesadaran bela negara seluruh warganya muncul?

     Patriotisme dan nasionalisme dadakan yang selama ini menjadi tradisi bangsa Indonesia ketika suatu hal yang terjadi menyangkut negara. Setiap perselisihan dengan negara lain selalu ditanggapi dengan keras oleh masyarakatnya. Tidak khayal banyak yang mengusulkan agresi terhadap negara tersebut, penyerangan secara milliter untuk membela negara demi kehormatan bangsa. Konsep bela negara bagi warga Indonesia masih dianggap berkaitan dengan wajib militer, merupakan kewajiban aparat TNI dan semua permasalahan harus diselesaikan secara militer  Minimnya pemahaman warga Indonesia akan pengetahuan bela negara mempersempit pola pikir dan tingkah laku dalam menghadapi ancaman dari luar. Padahal semakin ke depan ancaman dan tantangan yang akan dihadapi bangsa ini akan semakin beragam dan bervariasi. Sedangkan pola pikir dan perilaku rakyat Indonesia belum siap dan dipersiapkan untuk menghadapi ancaman ke depan.

     Oleh sebab itu diperlukan adanya pendidikan bela negara bagi seluruh warga negara. Karena konsep bela negara merupakan kewajiban dan kehormatan seluruh warga negara tanpa terkecuali. Sehingga sudah sepantasnya seluruh warga Indonesia turut berpartisipasi dalam bela negara sebagai bentuk kecintaannya kepada bangsa dan negara. Terutama bagi kaum pemuda yang sepanjang sejarah berdirinya Indonesia menjadi tonggak penting yang tidak dapat dibiarkan berjalan sendirian. Orientasi militer yang dipahami masyarakat Indonesia tentang bela negara secara tidak langsung akan tertanam pada diri para pemuda, oleh karena itu hal tersebut harus mulai dibenahi agar dalam proses pengejawantahannya para pemuda lebih kreatifdan aktif dalam mengimplementasikan arti bela negara tanpa menghilangkan hakekat bela negara itu sendiri. Sebagai pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini para pemuda juga memerlukan pengawasan dan bimbingan dari kaum tua, terutama pemerintah. Agar lebih fleksibel dan selektif dalam mengikuti suatu perkembangan yang dapat membawa pengaruh negatif kepada bangsa Indonesia.

     Seperti kita ketahui saat ini kondisi bangsa Indonesia terutama kondisi para pemuda berada pada kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Perilaku pemuda yang cenderung membanggakan westernisasi, penggunaan narkoba, perilaku freesex serta perilaku menyimpang lainnya yang tidak sesuai dengan budaya ketimuran menandakan rusaknya moral pemuda Indonesia. Hal tersebut mengindikasikan minimnya kepedulian pemuda akan arti bela negara.

     Hal lain yang dapat dijadikan patokan kondisi bangsa ini adalah minimnya peran pemuda dalam skala nasional maupun global. Kita lebih sering mendengarkan berita tentang penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda seperti pengguanaan narkoba, pemerkosaan daripada pencapaian prestasi secara nasional ataupun internasional. Kondisi seperti ini dapat membawa bahaya laten terhadap generasi muda yang menjadi tonggak masa depan bangsa Indonesia.

     Belum lagi minimnya kepedulian pemuda terhadap budaya-budaya sendiri dan lebih bangga dengan budaya dari bangsa lain. Serta diperparah dengan minimnya kepedulian sosial dan perhatian kepada lingkungan sekitar yang ditunjukkan dengan individualisme yang marak terjadi di kalangan pemuda. Hal tersebut merupakan efek dari paham liberalisme yang dianut negara-negara barat yang masuk ke Indonesia tanpa ada filterisasi dan hanya ditiru mentah-mentah oleh para pemuda.

     Rentannya kondisi pemuda saat ini yang mudah dimasuki budaya asing serta besarnya pengaruh globalisasi dan informasi yang tidak difilter menempatkan bangsa ini pada posisi yang rentan akan serangan dari negara lain. Baik serangan secara langsung maupun serangan countinue  seperti yang sedang kita alami saat ini. Karena terlena dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi kita menjadi tidak sadar bahwa sebenarnya kita sedang dijajah dengan cara lain, cara lain yang lebih halus sehingga kita kehilangan jati diri dan kepribadian serta secara perlahan-lahan mulai meningalkan kebudayaan asli kita. Apabila hal ini terus dibiarkan tanpa adanya usaha penanggulangan yang nyata maka bangsa ini akan semakin tertinggal dan digilas oleh kerasnya persaingan global sehingga dominasi asing akan semakin kuat dalam menguasai dan mempengaruhi negara kita.

     Salah satu problema yang menjadi tantangan adalah pemuda tidak dapat melepasakan tanggung jawabnya sebagai agen pembawa perubahan itu sendiri, apalagi dalam menghadapi problematika bangsa yang saat ini dihadapi. Jangan sampai para bangsa Indonesia kehilangan unsur perekat di masyarakat yaitu pemuda itu sendiri. Para pemuda harus berperan aktif dalam menggalakan perubahan, menjadi perekat dan pemersatu bangsa dalam menghadapi tantangan yang lebih besar kedepannya, mengantisipasi segala bentuk penjajahan model baru yang tidak disadari dan melakukan filterisasi terhadap berbagai aspek.

     Untuk membela negara tidak harus melalui jalur militer seperti yang selama ini menjadi tanggung jawab TNI. Tetapi merupakan tanggung jawab seluruh warga negara yang mampu menerapkan konsep dasar bela negara dalam kehidupan sehari-hari dan mengimplementasikan dalam profesi masing-masing. Bagi para pemuda dapat mulai menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar dan kepekaan sosial terhadap masyarakat. Sehingga kelak akan bermunculan generasi penerus bangsa yang peduli terhadap rakyatnya dan memprioritaskan setiap segi pembangunan demi kepentingan rakyat. Selain itu hal paling vital yang harus dilakukan pemuda dalam rangka bela negara adalah mulai melestarikan budaya bangsa sendiri, dengan menggunakan pakaian produk-produk dalam negeri akan membawa tanggung jawab moral dalam melestarikan produk dalam negeri.

Sumber :

Pradipta Wahyu A

Tehnik Informatika – 1102001031

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 15, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: