RSS

Pancasila , Identitas atau Sekedar Simbol ?

22 Nov

     Pancasila merupakan lambang dari identitas bangsa Indonesia . Berlambangkan burung garuda dengan 5 simbol yang mencerminkan nilai yang terkandung dalam Pancasila . Biasanya di setiap sekolah baik dari SD sampai SMU , terdapat satu sesi dalam upacara yang khusus membaca 5 butir Pancasila . Dipimpin oleh pembina upacara atau komando upacara yang diikuti oleh seluruh peserta upacara .  Lalu , untuk apa sebenarnya pancasila di buat dan diresmikan sebagai identitas bangsa Indonesia yang dimiliki oleh seluruh rakyatnya ?

     Pancasila terbentuk dari pemikiran  para pejuang kemerdekaan sebagai landasan terbentuknya negara Indonesia . Berisi 5 butir yang berbunyi : Ketuhanan Yang Maha Esa ; Kemanusiaan yang Adil dan Beradab ; Persatuan indonesia ; Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan , Dalam Permusyawaratan Perwakilan ; Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia . Kelima butir Pancasila juga tercantum dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 alinea ke 4 . Penetapan Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti bahwa moral bangsa telah menjadi moral negara (Dipoyudo: 1984). Hal ini berarti bahwa moral Pancasila telah menjadi sumber tertib negara dan sumber tertib hukumnya, serta jiwa seluruh kegiatan negara dalam segala bidang kehidupan (A. T. Soegito, dkk, 2009: 6). Jadi , Pancasila bukan hanya merupakan identitas dari Bangsa Indonesia , tapi juga merupakan suatu Nilai luhur Bangsa Indonesia yang diwariskan oleh para pendahulu bangsa . Begitu pentingnya Pancasila sehingga tanpanya Negara Indonesia tidak akan pernah terbentuk . Lalu   sekarang , apa fungsi dan peran Pancasila ?

     Pancasila disebut sebagai identitas bangsa dimana Pancasila mampu memberikan satu pertanda atau ciri khas yang melekat dalam tubuh masyarakat. Hal ini yang mendorong bagaimana statement masyarakat mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tersebut .  Pancasila juga menjadi dasar hukum baik tertulis maupun tidak tertulis yang memberi ketegasan terhadap masyarakat yang melakukan tindakan bertententangan dengan Pancasila . Dengan begitu , norma – norma yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara semua mengacu ke satu landasan , Dasar Negara , Pancasila . Pancasila sendiri diambil dari keseluruhan nilai individual masyarakat Indonesia dan dituangkan dalam Pancasila . Jadi , Sebenarnya nilai- nilai Pancasila sudah ada dalam diri masing – masing individu masyarakat Indonesia , karena sumber Pancasila itu sendiri adalah refleksi atau pencerminan dari masyarakat Indonesia . Sebagai contoh : Indonesia dikenal dengan sopan santun dan keramah tamahan penduduknya . Buktinya banyak padepokan – padepokan serta pondok yang mencerminkan kebersamaan serta manusianya yang beradab . Contoh yang lain, masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang religius dan taat pada agama , baik dari Islam , Kristen , Hindu , maupun Budha .  Banyak organisasi – organisasi serta komunitas yang bergerak di bidang keagamaan menjadi bukti konkret bahwa penduduk Indonesia adalah penduduk yang taat beragama . Hal tersebut menjadikan sila pertama pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” .

     Lalu , Kenapa sekarang banyak terjadi ketidakadilan dan penindasan kaum lemah oleh kaum yang kuat di Indonesia ? Kenapa banyak terjadi kerusuhan dan perkelahian antar umat beragama ? Kenapa Korupsi merajalela seakan – akan telah menjadi budaya atau identitas bangsa Indonesia ? Bukankah Nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah cerminan dari masyarakat Indonesia ?

     Dari semua pertanyaan di atas , satu pertanyaan yang mewakilinya adalah “ Di mana Pancasilaku sekarang? “ . Memang , dari semua masalah yang menerpa Bangsa Indonesia sekarang , sangat bertentangan dengan nilai- nilai Pancasila , seakan Pancasila telah hilang dari identitas diri Bangsa Indonesia . Contoh kasus berikut menunjukan hilangnya nilai keadilan dan tentunya nilai dari Pancasila di Indonesia .

     ” Jaksa S dari Kejaksaan Negeri Cibinong ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap terkait perkara. Saat penangkapan, ditemukan barang bukti sebesar Rp 100 juta. “Di TKP kita temukan uang Rp 100 juta yang berada di dalam mobil S,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP kepada wartawan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (21/11/2011).

     Mobil yang ditumpangi S berjenis X-Trail. Sementara uang yang disita berada dalam amplop warna putih. “Mereka dibawa ke sini dan sedang menjalani pemeriksaan,” tutur Johan.

Sebelumnya diberitakan, S ditangkap KPK pada pukul 18.00 WIB di halaman parkir Kejaksaan Negeri Cibinong. Selain S, ada dari kalangan swasta berinisial AB dan sopir yang dicokok KPK.duit tersebut diduga untuk meringankan tuntutan sebuah kasus di persidangan. Namun, belum bisa dipastikan untuk kasus apa duit tersebut. “

(sumber : detik.com )

     Dari kasus tersebut , seorang Jaksa yang notabene adalah pelaksana hukum yang bertugas untuk menindak dan mengadili para kriminal menerima suap untuk membeli keadilan . Kasus tersebut bukan satu – satunya , masih banyak kasus suap maupun korupsi yang sekarang banyak orang menyebutnya sudah menjadi budaya di Indonesia . Adanya krisis identitas bangsa yang terjadi selama beberapa dekade menyebabkan mentalitas bangsa menjadi tergerus dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Ketika krisis kepercayaan itu terjadi, pada masa kini masyarakat hanya menjadikan Pancasila sebagai “buah bibir” saja tanpa bisa menghayati dan mengamalkannya secara utuh. Munculnya paham fundamentalis dan kapitalis sebagai kenyataan akan hal tersebut. Kecenderungan tindak korupsi tersebut hanya memihak dan menguntungkan satu pihak saja, sedangkan masyarakat sebagai korban dari korupsi tersebut.

     Masih banyak contoh – contoh lain selain korupsi dan suap yang menunjukan hilangnya identitas bangsa yakni Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia , seperti bebasnya pergaulan remaja – remaja yang nantinya menjadi cikal bakal penerus tongkat kepemimpinan di Indonesia , kerusuhan umat beragama yang belakangan sering terjadi , perselisihan antar kelompok , dan sebagainya . Pengaruh Globalisasi juga memperparah keadaan di Indonesia sekarang .Semuanya bertentangan dengan nilai – nilai yang dimiliki Pancasila .

     Jadi , Penanaman kembali nilai- nilai Pancasila sebagai identitas bangsa merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menyelesaikan persoalan dan masalah yang dihadapi bangsa Indonesia . Bukan hanya sekedar teori di sekolah atau penyebutannya pada saat upacara , tetapi lebih ke penerapan masing – masing individu . Dengan begitu Pancasila tidak lagi hanya dikenal pada saat hari Pancasila atau sebagai simbol saja, tapi  sebagai wujud refleksi dan identitas masyarakat Indonesia , serta menjawab pertanyaan “Di mana Pancasilaku sekarang ? “ .

Lunghi Haviv Muhammad

Teknik Informatika 2010

 
Komentar Dinonaktifkan pada Pancasila , Identitas atau Sekedar Simbol ?

Ditulis oleh pada November 22, 2011 in Individual Reflection

 

Komentar ditutup.

 
%d blogger menyukai ini: