RSS

Masih Adakah Hak Asasi Manusia

20 Nov

     Setiap manusia memiliki hak asasi manusia yang telah mereka dapatkan sejak mereka lahir. Setiap manusia juga harus saling menghargai dan menghormati  hak asasi yang dimiliki oleh orang  lain. Hak asasi manusia tentunya sudah mendapatkan perlindungan dari hukum yang telah sah, baik hukum yang ada di negaranya maupun hukum yang telah disahkan oleh PBB. Begitupun hak asasi di Indonesia, hak asasi di Indonesia telah mendapatkan perlindungan hukum, diantaranya tertera secara tersirat maupun tersurat di dalam pancasila, pembukaan UUD 1945, dalam batang tubuh UUD 1945 (diantaranya pasal 28a sampai 28j), Undang-Undang, TAP MPR,  dan sumber hukum lainnya. Menurut UU No 39/1999, HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan  merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia. Di pasal tersebut sangat jelas sekali terlihat bahwa hak asasi manusia itu sangat istimewa untuk makhluk tuhan yang paling sempurna.

     Kalau ada peraturan, biasanya ada pelanggaran dan juga hukumannya. Begitu pula hak asasi manusia, hak asasi memiliki peraturan yang telah disahkan oleh hukum yang ada di Indonesia, dan banyak sekali pelanggaran yang telah terjadi.  Menurut UU no.26 tahun 2000, makna dari pelanggaran hak asasi itu sendiri adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok yang disengaja ataupun tidak disengaja atau kesalahan yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut HAM seseorang atau kelompok yang dijamin oleh undang-undang dan tidak didapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyeselaian hukum yang adil dan benar, berdasarkan mekanisme yang berlaku. Dari pernyataan hukum diatas terlihat jelas bahwa hak asasi yang dimiliki setiap manusia itu harus dihormati dan apabila melanggar akan mendapatkan sanksi yang tegas. Tetapi dalam kenyataannya masih banyak masyarakat yang mengambil hak asasi orang lain tanpa mempedulikan hukum yang berlaku.

     Kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia sudah sangat sering terjadi, bahkan selalu saja ada masyarakat yang mengeluh dan merasa tidak mendapatkan hak yang sebagaimana mestinya.  Masyarakat biasanya  mengkambing hitamkan pemerintah yang perannya  kurang terlihat jelas di dalam memberikan perlakuan kepada masyarakat, khususnya kepada masyarakat yang kurang mampu. Pemerintah selalu berjanji kepada masyarakat untuk mensejahterakan masyarakat,  mengurangi dan memberantas kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan lain sebagainya, tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah tidak terlihat hasilnya, yang terlihat hanya berita tentang korupsi, yang terlihat hanya pembuatan proyek besar-besaran. Pandangan masyarakat kepada pemerintah  adalah pemerintah hanya memakan uang Negara dan uang rakyat, pemerintah hanya memberikan janji jani palsu, dan secara tidak langsung masyarakat memandang pemerintah telah mengambil hak asasi mereka.  Memang benar pemerintah salah, tetapi pemerintah bukan satu satunya pihak yang salah dan disalahkan di dalam kasus ini, masyarakat juga harus sadar akan hukum dan berusaha untuk mendapatkan hak yang seharusnya mereka dapatkan. Hak itu tidak terlepas dari kewajiban dan untuk mendapatkan hak, harus mengerjakan kewajiban terlebih dahulu. Tetapi disini masyarakat hanya ingin mendapatkan haknya tanpa mau melakukan kewajibannya, Jadi disini tidak bisa saling menyalahkan antara masyarakat dan pemerintah, karena memang kedua duanya bersalah.

     Sering sekali berita di media tentang pelanggaran hak asasi manusia itu terdengar, tetapi itu hanyalah sebuah berita di media yang hanya menampilkan berita-berita tertentu dan tidak semua berita tentang pelanggaran-pelanggaran di Negara ini ditampilkan oleh media. Dalam kehidupan bermasyarakat, selalu saja ada pelanggaran hak asasi manusia, baik yang sengaja dilakukan, maupun yang tidak sengaja. Sebagai contoh, salah satu diantara hak asasi manusia yang terdapat di dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2 adalah  mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak..  Tetapi dalam kenyataannya, masih banyak masyarakat yang kelaparan, yang kerjaannya hanya diam di rumah karena tidak memiliki pekerjaan, bahkan terkadang ada masyarakat yang meninggal hanya karena kelaparan. Kasus tersebut bukan kasus yang jarang ditemukan lagi, tetapi kasus ini sangat sering terjadi di Negara ini. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah di dalam kasus ini, pemerintah telah membantu dengan memberikan subsidi kepada masyarakat dan juga berupaya untuk membuka lapangan pekerjaan. Tetapi apa daya pemerintah kalau kenyataannya memang jumlah warga pengangguran lebih banyak dari jumlah lapangan pekerjaan yang kosong. Jadi masalah ini adalah masalah bersama antara pemerintah dan juga masyarakat, oleh karena itu pemerintah dan masyarakat harus bersama sama mengatasi dan mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah yang tidak pernah berhenti ini.

     Pelanggaran hak asasi manusia yang baru-baru ini terjadi adalah peristiwa bom bunuh diri  di solo. Peristiwa itu terjadi di salah satu gereja di solo pada hari minggu, tanggal 25 september 2011.  Walaupun hanya 1 orang tewas dan 28 orang luka luka, tetapi peristiwa itu jelas melanggar hak asasi manusia yang merupakan pelanggaran berat yaitu pembunuhan massal. Jelas sekali itu tidak menghargai dan mengambil hak asasi orang lain, yaitu hak orang lain untuk melakukan ibadah dan juga hak orang untuk hidup. Melanggar hak orang lain untuk beribadah karena pada saat itu adalah waktu untuk umat kristiani melakukan ibadah di gereja, tetapi dengan sengaja pelaku melakukan pemboman pada waktu orang orang sedang beribadah. Melanggar hak orang lain untuk hidup, karena terlihat jelas bahwa tujuan pemboman itu adalah untuk membunuh orang orang yang berada di sekitarnya, terutama orang orang di dalam gereja tersebut. Yang harus di lakukan melihat peristiwa ini adalah, membasmi kegiatan terorisme yang kian merajalela di Indonesia, selain itu masyarakat juga harus waspada terhadap apa yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, sebelum peristiwa seperti ini terjadi lagi, pemerintah (khususnya aparat) dan juga masyarakat melakukan pencegahan dan pembasmian kepada para teroris di Negara ini.

     Banyak sekali masalah pelanggaran hak asasi manusia yang lain yang ada di negeri kita tercinta ini. Untuk menanggulangi pelanggaran hak asasi manusia, masyarakat harus menanamkan di dalam benaknya bahwa mereka adalah manusia yang berjiwa pancasila yang sadar akan hukum dan akan selalu menaati hukum yang berlaku. Selain itu, pemerintah juga harus memberi perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu, yang tidak mendapatkan kehidupan dan pekerjaan yang layak. Oleh karena itu, apabila ingin dihargai dan dihormati hak asasinya, maka hormatilah hak asasi yang dimiliki oleh orang lain, dan jika ingin mendapatkan hak, maka lakukan kewajiban terlebih dahulu. Semoga tidak ada lagi pelanggaran hak asasi manusia di negeri ini.

Bagus Dhanist Rananta

1102001013

Sumber dan referensi:

Sedarnawati Yasni “Citizenship”, Media Aksara 2010, hal. 242-262

http://daniiskandarmanajemen.blogspot.com/2011/03/pengertian-hak-asasi-manusia-dan-macam.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 20, 2011 in Individual Reflection

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: